Skip to main content

Artikel Fenomena Sarjana Pengangguran di Indonesia

Fenomena Sarjana Pengangguran di Indonesia
Oleh : Muhammad Hafidzudin 2117275

Sarjana Pengangguran, dalam sebuah teori, seharusnya semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka semakin tinggi pula peluang untuk mendapatkan sebuah pekerjaan. Hal ini dikarenakan semakin tinggi pendidikan seseorang maka semakin banyak ilmu-ilmu yang didapatnya, semakin tinggi pula kreatifitasnya, yang seharusnya dapat digunakan untuk memperoleh pekerjaan sesuai bidangnya.
Pendidikan juga merupakan sarana yang disediakan oleh pemerintah untuk mencetak produk-produk pendidikan yang nantinya akan bersaing dalam pasar kerja, akan tetapi mengapa dalam kenyataannya masih banyak pengangguran di Indonesia termasuk para sarjana.
Berikut tabel Jumlan Penganggur Berdasarkan Tingkat Pendidikan di Indonesia (orang) :

2011
2012
2013
2014
2015

SD
1241882
1452047
1347555
1229652
1004961

SMP
2138864
1714776
1689643
1566838
1373919

SMA
2376254
1867755
1925660
1962786
2280029

SMK
1161362
1067009
1258201
1332521
1569690

DIPLOMA
276816
200028
185103
193517
251541

UNIVERSITAS
543216
445836
434185
495143
653586

Sumber: BPS (2016).
Sekarang, yang perlu dipikirkan kembali adalah bagaimana agar produk-produk pendidikan mampu memanfaatkan berbgai ilmu yang telah diperolehnya di bangku sekolah agar dapat sesuai dnegan yang dibutuhkan oleh pasar kerja.
Analisis
Fenomena banyaknya pengangguran sarjana yang ada di Indonesia ini membutuhkan analisis yang mendalam, yang seharusnya para sarjana yang mempunyai ilmu dan kompeten di bidangnya dapat dengan mudah bersaing untuk mendapatkan pekerjaan akan tetapi kenapa masih banyak jumlah pengangguran yang berlatarbelakang sarjana.
Tuntutan dunia kerja saat ini semkin tinggi, tidak hanya mampu dalam bidang akademis saja, tapi yang sedang dicari saat ini adalah orang-orang yang mempunyai soft skill. Para pencari kerja umumnya, lebih menyukai orng-orang yang dalam dirinya mempunyai kemampuan yang lengkap, misalnya tidak hanya cerdas, akan tetapi ahli dalam bidang IT, penguasaan bahasa asing, dan lain sebagainya.
Inilh yang menjadi permasalahan, tidak semua luluan mempunyai kapaitas serta kemampuan, juga ketrampilan yang dibutuhkan dunia kerja tersebut. Adanya ketidaksesuaian antara kualitas pendidikan dengan relevansinya dalam dunia kerja, menyebabkan bnyaknya produk-produk pendidikan kesulitan untuk memasuki dunia kerja.
Kemudian, banyaknya jumlah lulusan sarjana yang tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia. Dapat dibayangkan, setiap perguruan tinggi tiap tahunnya melakukan wisuda sampai 4 tahap. Jika setiap tahapperguruan tinggi me-wisuda rata-rata 100 mahasiswa dari setiap fkultas, maka dapat dihitung seberapa besar lulusan sarjanayang ada. Apalagi kalau diakumulasikan dengan jumlah sarjana yang berasal dari berbagai perguruan tinggin yang ada di Indonesia, jumlahnya tentu sangatlah besar. Dengan demikian jumlah lapangan pekerjan harusnya sebanding. Kalau tidak, yang terjadi adalah seperti fenomena di Indonesia saat ini, yaitu banyaknya pengangguran sarjana atau biasa disebut pengangguran intelektual.

-selesai-

Atau bisa juga langsung download artikel diatas dalam format pdf. Ayok lessin klik link di bawah ini :

DOWNLOAD DI SINI





Download juga pdf galeri pondok pesantren

DOWNLOAD DI SINI


Semoga bermanfaat😊




Comments

Popular posts from this blog

TT B A2 (Derajat Orang Berilmu) QS. Al-Mujadalah, 58:11

KEDUDUKAN ILMU PENGETAHUAN (Derajat Orang Berilmu) QS. Al-Mujadalah, 58:11  NUR AZIZAH (2117005) Kelas B JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PEKALONGAN 2018 KATA PENGANTAR             Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT. Atas izin-NYA makalah yang berjudul “Kedudukan Ilmu Pengetahuan QS. Al-Mujadalah 58:11 (Derajat Orang Berilmu). Kode A.2” ini dapat diselesaikan. Sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW, sahabatnya, keluarganya dan umatnya hingga akhir zaman. Semoga dengan tesusunnya makalah ini dapat berguna bagi kami semua dalam memenuhi tugas dari mata kuliah Tafsir Tarbawi dan semoga segala yang tertuang dalam makalah ini dapat bermanfaat.Amin yaa rabbal alamin. Kami juga menerima saran dan kritik dari pembaca guna penyempurnaan pe...

TT A D4 KEWAJIBAN BELAJAR SPESIFIK "DO’A TAMBAHANN ILMU" QS. THAHAA AYAT 114

KEWAJIBAN BELAJAR SPESIFIK "DO’A TAMBAHKAN ILMU" QS. THAHAA AYAT 114 Yusuf Aditya Wibowo NIM. (2021116373) Kelas A JURUSAN PENDIDIKAN  AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN IAIN PEKALONGAN 2018 Kata Pengantar Alhamdulillahirobbil ‘Alamiin Segala  puji bagi Allah Tuhan semesta alam yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang yang telah melimpahkan Rahmat,   Nikmat dan hidayah-Nya kepada hamba-Nya.   Salah satunya adalah nikmat yang diberikan kepada penulis yaitu bimbingan,   petunjuk dan kemudahan dalam menyusun makalah sehingga dapat menyelesaikan makalah ini tanpa suatu halangan apapun. Sholawat serta salam juga tidak lupa penulis haturkan kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW .  begitu pula kepada keluarganya serta para sahabatnya. Tak lupa juga penulis ucapkan terimakasih kepada kedua orang tua yang telah mendo’akan.   Disamping itu,   penulis juga mengucapkan terima kasih...

TT B D2 KEWAJIBAN BELAJAR SPESIFIK "BELAJAR ILMU PROFESIONAL"

KEWAJIBAN BELAJAR SPESIFIK "BELAJAR  ILMU PROFESIONAL" Q.S A;-ANKABUT AYAT 19 Nur Laela NIM. (2117096) KELAS  B JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PEKALONGAN 2018 KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulillah, Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan taufiq, hidayah dan inayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul  “Menuntut Ilmu Profesional Q.S. A;-Ankabut ayat 19” . Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, sahabatnya, keluarganya, serta segala umat-Nya hingga yaumil akhir. Makalah ini disusun guna menambah wawasan pengetahuan yang membahas tentang masalah yang menjadi pokok bahasan. Makalah ini disajikan sebagai bahan materi dalam diskusi mata kuliah Tafsir Tarbawi. Terimakasih kepada Bapak Muhammad Hufron selaku dosen mata kuliah yang telah membimbing kami dalam Tholabul ilmi, ...